VISI
Menjadi Program Studi yang menghasilkan lulusan dokter profesional yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta unggul di bidang preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan.

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu untuk menghasilkan dokter profesional, yang unggul di bidang preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja sektor perkebunan, serta memiliki nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya.
  2. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu berdasarkan nilai moral Islam dan Kemuhammadiyahan.
  3. Menciptakan suasana akademik yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya budaya mutu, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta implementasi iman dan taqwa.

  1. Menjadi Program Studi Sarjana Kedokteran yang menghasilkan lulusan profesional, humanis dan bermutu tinggi berdasarkan nilai-nilai Islam serta memahami kearifan lokal masyarakat.
  2. Memperluas kesempatan bagi putra putri Riau termasuk dari kalangan kader Muhammadiyah dan daerah tertinggal yang berprestasi untuk mengikuti pendidikan dokter.
  3. Meningkatkan pencegahan penyakit, pengobatan dan penyebarannya serta meminimalkan dampak terhadap kesehatan masyarakat di Riau.
  4. Meningkatkan daya saing putra putri Riau di Indonesia melalui profesi dokter.
  5. Mendukung pemerataan tenaga dokter di Indonesia, khususnya di Riau.
  6. Meningkatkan peran Riau dalam memenuhi kecukupan tenaga kesehatan Indonesia.

Berdasarkan visi Program Studi yang berorientasi pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan serta keunggulan di bidang Kedokteran Kerja, khususnya sektor perkebunan, lulusan diharapkan memiliki kompetensi profesional, etik, dan spiritual yang kuat sehingga mampu berkiprah di berbagai bidang berikut:

  1. Dokter Layanan Kesehatan Primer
    Lulusan dapat bekerja sebagai dokter di puskesmas, klinik pratama, rumah sakit, maupun layanan kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berlandaskan nilai keislaman serta etika profesi.
  2. Dokter Perusahaan (Occupational/Industrial Physician)
    Berkarier sebagai dokter perusahaan pada sektor perkebunan, industri agrikultur, manufaktur, dan korporasi lainnya untuk:
    • pemeriksaan kesehatan kerja,
    • pencegahan penyakit akibat kerja,
    • keselamatan dan kesehatan kerja (K3),
    • manajemen risiko kesehatan pekerja,
    • penyusunan program kesehatan kerja terpadu.
  3. Praktisi Kedokteran Kerja
    Menjadi tenaga profesional di bidang Occupational Health & Safety (OHS) atau Kedokteran Kerja, baik di perusahaan nasional maupun multinasional, konsultan K3, maupun lembaga pemerintah.
  4. Dokter Komunitas dan Kesehatan Masyarakat
    Berperan dalam pemberdayaan masyarakat, pengendalian penyakit berbasis lingkungan kerja dan wilayah perkebunan, serta pengembangan program kesehatan komunitas pedesaan dan terpencil.
  5. Pendidik dan Peneliti
    Melanjutkan studi atau berkarier sebagai dosen, peneliti, atau akademisi di bidang kedokteran, kesehatan kerja, dan kesehatan masyarakat untuk menghasilkan inovasi ilmiah yang bermanfaat bagi pekerja dan masyarakat.
  6. Manajer/Administrator Layanan Kesehatan
    Mengelola klinik perusahaan, fasilitas kesehatan perkebunan, atau unit kesehatan kerja dengan kemampuan manajemen pelayanan kesehatan yang profesional dan efektif.
  7. Dakwah dan Pengabdian Kesehatan Islami
    Mengintegrasikan praktik medis dengan nilai-nilai keislaman serta semangat pengabdian sosial sesuai prinsip Muhammadiyah melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pelayanan kesehatan berbasis komunitas.

 

Kompetensi Lulusan
Profil lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau adalah dokter memiliki kemampuan untuk bekerja sebagai praktisi di fasilitas kesehatan primer dengan kualitas five star doctor (care provider, decision maker, communicator, community leader, and manager), yaitu dokter yang berperan sebagai:

  1. Care Provider: Dokter yang bertindak sebagai penyediaan layanan kesehatan yang komprehensif, yang unggul dalam melakukan upaya preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya sebagai penyedia layanan kesehatan.
  2. Decision Maker: Dokter yang mampu mengambil dan mengelola keputusan dengan pertimbangan kesehatan yang paling efektif dan efisien. Unggul dalam mengambil dan mengelola keputusan terkait upaya-upaya preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya sebagai pengambil keputusan.
  3. Communicator: Dokter yang menguasai komunikasi efektif dengan pasien, keluarga, masyarakat dan rekan profesi, serta unggul dalam menyampaikan upaya-upaya preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya sebagai komunikator.
  4. Community Leader: Dokter yang mampu memimpin, mendorong individu, keluarga dan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan, unggul dalam memberdayakan peran semua pihak dalam upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya sebagai pemimpin.
  5. Manager: Dokter yang memiliki kemampuan merancang dan mengelola program kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta unggul dalam preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya.